Rabu, 20 Mei 2015

Perjalanan Menuju Tanah Tertinggi di Jawa

  Mountaineering TBM Vertex episode kali ini menuju Gunung teringgi di Pulau Jawa, Gunung Semeru. 25 orang siap menaklukan Gunung Semeru. Rombongan berangkat dari Jember hari Rabu tanggal 13 Mei 2015 sekitar pukul enam malam. Perjalanan di tempuh selama kurang lebih lima jam. Rombongan mulai menghirup dan merasakan dinginnya Ranu Pane pukul sebelas malam. Karena hari sudah larut, akhirnya rombongan memutuskan untuk membangun tenda di dekat Danau Ranu Pane.

Pagi di Ranu Pane

  Kamis tanggal 14 Mei 2015, rombongan siap meniti langkah hingga kumbolo. Setelah melakukan registrasi dan briefing dari tim TNBTS, rombongan pun berangkat menuju Ranu Kumbolo. Di dalam perjalanan, rombongan harus melewati empat pos dengan medan yang berbeda dan dengan pemandangan yang luar biasa indah. Dari pos satu hingga pos empat, medan yang paling berat adalah pos tiga menuju pos empat. Jalan yang menanjak, membuat nafas tersengal-sengal. 



Rasa lelah seakan berkurang ketika Ranu Kumbolo mulai terlihat. Rombongan bergegas menuju Ranu Kumbolo untuk beristirahat. Rombongan menyewa porter sebanyak tujuh orang dan saat tiba di Ranu Kumbolo, tenda sudah siap untuk ditempati. Setelah merapikan barang, tim konsumsi pun mulai memasak untuk mengisi perut. Malampun tiba, tenda-tenda di sekitar danau semakin banyak dan semakin ramai. Bintang yang bertaburan menambah keindahan malam di Ranu Kumblo.

Say Hi to Kumbolo!

A Sky Full Of Stars in Kumbolo




  Jumat tanggal 15 Mei 2015 pukul 11.00 rombongan ber-24 melanjutkan perjalanan menuju Kalimati. Mas Andi memutuskan untuk kembali ke Jember dikarenakan ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Perjalanan menuju Kalimati di dahului dengan melewati tanjakan cinta yang menjadi legenda. Setelah melewati tanjakan cinta, rombongan disuguhkan dengan padang lavender yang membuat mata segar kembali. Menuju Kalimati, rombongan harus melewati oro oro ombo, Cemoro Kandang, Jambangan, Kalimati yang ditempuh selama
kurang lebih lima hingga enam jam. Sesampainya di Kalimati, rombongan langsung memasak untuk makan siang sekaligus makan malam. Mengapa begitu? Karena 18 orang yang akan menuju mahameru pada pukul 11 malam harus tidur dahulu supaya energi mereka pulih kembali.









  Pukul 10 malam, 18 orang yang akan menuju puncak dibangunkan dan memulai persiapan kemudian di briefing oleh Mas Ipung, Mas Fajar dan Dokter Kadek. Pukul 11.30 malam, dengan diawali berdoa, rombongan pun berangkat menuju Mahameru. Rombongan tidak membayankan sebelumnya, bahwa banyak sekali pendaki yang akan menuju Mahameru. Jalan menuju mahameru macet dan harus mengantri untuk dapat melewati jalan yang sempit. Menuju Mahameru, rombongan harus melewati jalur baru yang tidak melewati Arcopodo tetapi langsung menuju Kelik. Kelik adalah batas vegetasi, jadi tidak ada lagi pohon dan hanya ada pasir dan batu. rombongan harus melewati jalanan pasir yang membuat langkah kaki semakin berat. Maju lima langkah, mundur dua langkah. Benar-benar menguji fisik dan juga kesabaran.

Maka Nikmat TuhanMu mana lagi yang kau dustakan?



Negeri di Atas Awan



  Akhirnya, empat dari 18 anak berhasil sampai puncak. Yakni Mas Faldi, Dian, Made, dan Rahmat Ramadhani. Sisanya memutuskan untuk turun karena mereka berada di lereng suda pukul delapan, sedangkan asap beracun dari kawah semeru mulai muncul ke puncak pukul 9-10 siang. Puncak bukan merupakan tujuan dari pendakian ini, tapi kembali ke rumah dengan utuh dan selamat.



  Rombongan kembali ke Kalimati sekitar pukul 10  siang (16 Mei 2015). Sesampainya di Kalimati, 18 orang dari puncak menikmati hidangan yang telah disiapkan dan diberikan waktu istirahat sebelum kembali ke Ranukumbolo. Rombongan kembali ke Ranu Kumbolo sekitar pukul 12 siang. Perjalanan dari Kalimati menuju Ranu Kumbolo dirasa lebih cepat dibanding dari Ranukumbolo menuju Kalimati. Sesampainya di Ranukumbolo, tim konsumsi mulai untuk masak untuk menghabiskan bahan makanan yang berlebih. Pagi harinya, Minggu, 17 Mei 2015 ketika rombongan bangun, semua tenda, sepatu dan makanan kami yang berada diluar menjadi beku dan udaranya menjadi sangat dingin. Udara terdingin yang dirasakan ketika berada disana.

Kulkasnya lupa ditutup 


Setelah sarapan, rombongan kembali menuju Ranu Pane sekitar pukul 11 siang. Rombongan harus membawa sampah yang dihasilkan kembali ke Ranu Pane. Rombongan tiba di Ranu Pane sekitar pukul 15.00 dan tiba di Jember pukul 20.00.


  TBM Vertex mengucapkan terimakasih sebanyak –banyaknya kepada para senior yang telah mengikuti dan mendukung acara mounteneering ini, yakni dr. Kadek Dharma, dr. Syaiful Nur Hamzah, Mas Andi Maulana, Mas Arya, Mas Sany Agnia, Mas Febrian Naufaldi, Mas Bintoro Adi, Mbak Abcharina dan Mas Fajar.


VERTEX JAYA!

PS: Terima Kasih kepada senior Ipung atas foto kerennyaa (y)






0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.